Menyayat Hati, Begini Suasana Haru Kedatangan Jenazah Briptu Hedar di Rumah Duka

Rakyatku News

Isak tangis keluarga mengiringi kedatangan jenazah Brigadir Polisi Anumerta Hedar di rumah duka di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Selasa sore, 13 Agustus 2019. Beliau dinyatakan tewas saat bertugas di Papua.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (14/8/2019), setiba di rumah duka, putra sulung pasangan Kaharuddin-Nurhaeda langsung disalatkan pihak keluarga. Rencananya jenazah almarhum akan dimakamkan secara militer di pemakaman keluarga tak jauh dari rumah duka.

Sebagai bentuk penghargaan karena gugur dalam tugas, Mabes Polri menaikkan pangkat almarhum satu tingkat lebih tinggi dari brigadir satu atau briptu menjadi brigadir polisi.

liputan6.com

“Kepolisian memberikan pangkat kepada almarhum menjadi brigadir satu atau namanya menjadi brigadir aumerta, kemudian nanti dari dinas akan memerikan santunan sesuai dengan hak-haknya,” kata Karo SDM Polda Sulsel Kombes Yohanes Ragil.

Sementara itu, di Papua, sebanyak dua pleton atau 60 personel gabungan Polri dan TNI menyisir Kampung Urik, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa siang. Langkah ini dilakukan untuk memburu kelompok bersenjata organisasi Papua merdeka pimpinan Lekagak Telenggen yang diduga membunuh Briptu Hedar.

Namun, lokasi yang dipenuhi hutan lebat dan bergunung membuat aparat kesulitan menangkap para pelaku yang diduga sudah melarikan diri usai mengeksekusi Briptu Hedar.

Kapolda Papua Irjen Rudolf Rodja memastikan penyebab kematian Briptu Hedar, anggota Polda Papua yang sempat disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, adalah akibat luka tembak.

“Memang benar Briptu Hedar meninggal karena ditembak,” kata Rudolf Rodja, Selasa (13/8).

Insiden yang menyebabkan meninggalnya Briptu Heidar berawal saat korban bersama Bripka Alfonso Wakum, Senin 12 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 Wit dengan mengendarai sepeda motor melintas di sekitar Kampung Usir dekat Kampung Mudidok, Distrik Ilaga.

Saat melintas ada warga yang memanggil nama korban sehingga keduanya berhenti dan korban datang menghampiri warga sipil tersebut. Namun tiba-tiba dari dalam semak belukar muncul sekelompok warga yang diduga anggota kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB).

Karena kelompok warga ini membawa senjata api lengkap, korban tak berdaya. Mereka menangkap dan membawa korban tanpa bisa melakukan perlawanan. Melihat insiden itu Bripka Wakum langsung menjatuhkan diri dan bersembunyi, ketika situasi dianggap aman yang bersangkutan langsung menuju ke Polsek Ilaga untuk melaporkan insiden yang mereka alami.

Sekitar pukul 17.30 Wit jenazah Briptu Hedar ditemukan tak jauh dari TKP. Saat ini, jenazah Briptu Hedar, korban penyanderaan yang ditemukan meninggal akibat luka tembak di Kabupaten Puncak, sudah dievakuasi ke Timika dari Ilaga.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal, Selasa (13/8) pagi di Jayapura mengaku, dari laporan yang diterima jenazah sudah berada di Timika. Jenazah Briptu Hedar dievakuasi ke Timika dengan menggunakan pesawat Twin Otter milik Ribut Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *