Datangi Lokasi Syuting Film Bumi Manusia, Mawar De Jongh Malah Mewek, Kenapa?

Grid.ID

Mawar De Jongh yang memerankan karakter Annelies di film Bumi Manusia, sempat menangis saat menyambangi lokasi syuting di Desa Gamplong, Kulonprogo. Ditanya alasannya, ia tanpa ragu menjawab begini.

Wajah Mawar de Jongh terlihat memerah. Tanpa sadar air matanya menetes saat melihat set rumah itu dari luar pagar. Namun, Mawar de Jongh enggan mengakui kalau air matanya jatuh ketika awak media menanyakan soal itu.

Mawar De Jongh
viva.co.id

“Enggak kok (nangis), ya kangen aja,” kata Mawar De Jongh di Studio Alam Gemplong, Kulonprogo Jogjakarta, Selasa (13/8/2019).

“Kangen suasana syutingnya, makan barengnya juga,” lanjutnya.

Mawar de Jongh mengaku sudah setahun ia tak kembali melihat lokasi syuting Bumi Manusia di kawasan tersebut. Ada kerinduan yang ia rasakan.

“Sudah setahun kan yaa aku nggak ke sini, tahun lalu kan syutingnya,” ujar Mawar De Jongh.

Para pemain Bumi Manusia melakukan road show ke Jogjakarta dalam rangka promo film, satu di antara lokasi yang dikunjungi adalah Studio Alam Gamplong. Nantinta set rumah Nyai Ontosoroh dan Annelis Mallemar akan dijadikan museum Bumi Manusia.

Sebelumnya memang diketahui bahwa setiap pemain yang terlibat dalam film Bumi Manusia, dituntut untuk dapat menjiwai setiap karakter yang diperankan. Hanung Bramantyo sebagai sutradara ternyata tidak ragu untuk menyakiti para pemain, agar rasa sakit ketika berakting bisa semakin terasa.

Mawar De Jongh, pemeran Anelis tersebut menjadi salah satu aktris yang selalu kesulitan pada saat melakoni adegan sedih. Padahal Mawar dan Anelis menurut Hanung punya kesamaan.

“Secara tubuh, pikiran dan jiwa, Mawar sudah cukup memasuki alam Anelis. Apalagi didukung dari Ayah Mawar yang juga seorang warga Belanda. Sehingga bahasa Belanda bukanlah bahasa asing bagi Mawar,” kata Hanung dalam rilis dari Falcon Pictures yang diterima VIVA, Rabu 10 Juli 2019.

Image result for mawar de jongh cara dalami peran bumi manusia
Antaranews.com

Meski memiliki kesamaan, namun bagi Hanung, Mawar kurang bisa mengolah pengalaman batin menjadi kekuatan dalam mendalami peran. Hal tersebut dianggap wajar oleh Hanung terlebih lagi Mawar masih sangat muda.

Maka dari itu, Hanung mengaku bahwa dirinya melakukan rangsangan kepada Mawar agar dapat menumbuhkan pengalaman batin terutama pada saat mendalami adegan sedih.

“Tapi bagi aktor, pengalaman batin semacam itu menjadi modal besar. Karena itu saya mencoba merangsang Mawar untuk menumbuhkan pengalaman batin itu,” ujarnya.

Karena begitu sulitnya Mawar menumbuhkan imajinasi saat beradegan sedih, Hanung memintanya untuk mendorong dan memukul dirinya sendiri. Mawar tidak sungguh-sungguh dalam melakukannya.

Hingga akhirnya, Hanung mendorong Mawar sampai terjatuh. Hal itu dilakukan Hanung bukan dalam rangka menyakiti melainkan untuk menghadirkan emosi dalam penghayatan Mawar.

“Mungkin karena sungkan atau takut jika dia melakukan itu akan memunculkan traumanya, maka saya kemudian mendorongnya sampai dia terjatuh. Tapi lagi-lagi kami melakukannya tidak dalam rangka menyakiti, tapi untuk menghadirkan ingatan emosi yang sudah sejak lama dia kubur,” tuturnya.

Benar saja, sejak saat itu emosi dan penghayatan yang dilakukan Mawar semakin keluar. Aktingnya pun begitu natural sama seperti yang terlihat dalam trailer film Bumi Manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *