Sinetron Ulangan 2014, Jika Prabowo Kalah, Ini Daftar Drama yang Akan Terjadi

Pinterpolitik

Tensi politik menjelang pemilihan sepertinya semakin tegang saja. Berbagai lembaga survey terus memberikan hasil penelian mereka dilapangan untuk memberikan gambaran. Salah satu politisi partai senior ini juga tak mau kalah memberikan prediksinya secara pribadi.

Ia adalah Abdillah Toha, salah satu pendiri Partai Amanat Nasional atau PAN. Melalui akun Twitter pribadinya, ia memberikan sebuah skenario drama apa yang kira-kira akan terjadi jika pasangan Prabowo – Sandiaga Uno kalah dari pemilihan.

Menurut Abdillah, pendukung capres-cawapres 02 salah satunya akan menyebut pemilu ada kecurangan. Kata dia, sinetron Pilpres 2014 lalu akan terulang kembali. Begini tulisnya :

Ini kira-kira skenario yang akan terjadi pasca 17 April bila 02 kalah:

– Sujud syukur mengaku menang

– Tuduh pemilu curang

– Semua surveyor Quick count dianggap merekayasa

– Janji akan bawa puluhan truk bukti kecurangan ke MK

Sinetron ulangan pilpres 2014,” tulis dia di Twitter, seperti dikutip AKURAT.CO, Kamis (11/4/2019).

Melihat pernyataan Abdillah Toha, sebagian warganet banyak yang sepakat, tapi ada juga yang tidak. Seperti akun @big_siswantoro, dia melihat kalau kubu Prabowo-Sandi telah mencicil isu itu dari sekarang.

“Hhhh dan itu pasti sudah disiapkan jauh-jauh hari sekarang saja sudah nyicil untuk itu,” kata dia.

Beda dengan @AndreOH, dia bertanya balik kepada Abdillah Toha. “Memang dilarang? Kalo 01 kalah juga ada reaksi kan?” tanya dia.

Namun ada juga warganet yang tidak memanas, dia mencoba jadi penengah. “Berharap kalau 02 kalah bisa menerima dengan besar hati kalau emang ada kecurangan laporkan sesuai aturan jangan memanas manasi pemilih dia untuk bikin keributan,” ujar @juppkel.

Diketahui, Pilpres 2019 akan digelar pada Rabu, 17 April 2019. Ada dua kandidat akan bersaing memperebutkan suara, yakni pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo-Sandi.

Dua pasang capres-cawapres tersebut masing-masing didukung parta koalisi. Jokowi-Ma’ruf Amin didukung oleh sembilan partai politik, yakni PDI Perjuangan, Goklar, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, PSI, PKPI, dan Perindo. Sedangkan Prabowo-Sandi didukung oleh empat partai politik, yakni PKS, PAN, Demokrat, dan Gerindra.

Latar Belakang Abdillah Toha

Republika

Jika kamu masih asing dengan Abdillah Toha berikut sekelebat mengenai dirinya. Pada tahun 1998 saat terjadi gerakan reformasi dan setelah turunnya Soeharto, bersama dengan Amien Rais, Abdillah mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), dan menjadi salah seorang formatir pertama dan ketua DPP PAN.

Sebagai anggota DPR, Abdillah duduk di Komisi 1 DPR dan Ketua Fraksi PAN. Saat itu juga dia menjabat sebagai ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dan Vice President Executive Committee dari Inter-Parliamentary Union (IPU) yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *