6 Fakta kalau Fadli Zon adalah Sosok yang Puitis

Fadli Zon (instagram.com/fadlizon)

Fadli Zon (instagram.com/fadlizon)

Menanggapi video Mbah Moen yang salah ucap doa, Fadli Zon pun membuat puisi berjudul Doa yang Ditukar. Ya, Mbah Moen ‘kepeleset’ lidah sehingga bukannya mendoakan Joko Widodo, ia malah mendoakan sang rival, Prabowo Subianto. Walaupun muncul keraguan atas keaslian video tersebut, namun hal ini sudah tersebar luas di sosial media.

Wakil Ketua DPR ini memang dikenal puitis. Ia kerap menyuarakan kritiknya dalam bentuk puisi dan sajak. Bukan hanya itu, ia juga sempat menerbitkan buku lho! Penasaran dengan karyanya? Ini dia 6 puisi terheboh Fadli Zon.

Doa yang Ditukar

Doa yang Ditukar (instagram.com/fadlizon)
Doa yang Ditukar (instagram.com/fadlizon)

Sekjen PDIP meyakini puisi ini ditujukan pada Mbah Moen. Fadli pun kemudian menjawab tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati sang kiai.

Ahmad Dhani

Ahmad Dhani (instagram.com/fadlizon)
Ahmad Dhani (instagram.com/fadlizon)

Dhani ditahan di Rutan Cipinang setelah divonis hukuman penjara. Fadli Zon merasa bahwa ujaran Dhani tidak masuk dalam materi perkara. Di tahun politik ini, ia dan partainya mengkhawatirkan keselamatan diri Ahmad Dhani jika penjaranya dipindah ke luar Jakarta.

Sajak Tangan Besi

Sajak Tangan Besi (instagram.com/fadlizon)
Sajak Tangan Besi (instagram.com/fadlizon)

Lewat puisi berjudul Sajak Tangan Besi, Waketum Gerindra itu menyoroti sosok yang ada di belakang aksi persekusi. Fadli Zon memang lantang memprotes penghadangan Neno Warisman di Pekanbaru. Ia kemudian merilis versi lagu dari puisi itu dengan judul Tangan Besi di Twitternya.

Jaenudin Nachiro Namamu

Jaenudin Nachiro Namamu (instagram.com/fadlizon)
Jaenudin Nachiro Namamu (instagram.com/fadlizon)

Puisi ini ditulis Fadli Zon di Citeureup, Bogor. Adapun puisi tersebut menceritakan sosok yang tidak diketahui siapa. Hal itu lantas memancing pertanyaan anak Joko Widodo di Twitternya, “Jaenudin Ngaciro atau Jaenudin Nachiro ya?”.

Sontoloyo

Sontoloyo (instagram.com/fadlizon)
Sontoloyo (instagram.com/fadlizon)

Kita mungkin masih ingat dengan puisi yang sengaja dibuat olehnya untuk menanggapi pernyataan Joko Widodo dalam salah satu sesi pidatonya. Fadli bahkan menggubahnya menjadi lagu yang kemudian dinyanyikan bersama Sang Alang dan Ahmad Dhani. Padahal dalam bahasa Jawa, kata ini adalah sebutan bagi orang yang menggembalakan itik.

Ada Genderuwo di Istana

Ada Genderuwo di Istana (instagram.com/fadlizon)
Ada Genderuwo di Istana (instagram.com/fadlizon)

Setelah Sontoloyo, kali ini Fadli Zon mengeluarkan puisi berjudul Ada Genderuwo di Istana. Puisi ini lagi-lagi menyindir pernyataan Joko Widodo yang menyebut ‘politik genderuwo’ dalam pidatonya. Ya, Jokowi menyindir aksi para politikus yang gemar menyebar propaganda menakutkan sebagai politikus genderuwo saat membagikan sertifikat tanah di Tegal pada Jumat, 9 November 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *