Geram! Gara-gara Sering Ditagih Janji, Anies Baswedan: Jangan Buat Imajinasi

(tempo.co)

Buat penonton ILC tertawa, Anies Baswedan menyampaikan tanggapannya terkait dengan permasalahan polemik sosial. Begini jawaban tegas darinya.

“Aturan genap ganjil dipersoalkan, reklamasi, soal jembatan, soal sampah juga dipermasalahkan, bagimana tanggapan Pak Anies,” ujar Karni Ilyas.

Anies mengucapkan terimakasih lantaran sudah diundang di acara ILC.

“Saya baru datang soalnya ada urusan di Rawamangun, sehingga saya tidak bisa menyimak pendapat satu per satu narasumber di ILC ini.”

Anies Baswedan mengatakan bahwa dirinya bekerja di Jakarta sebagai gubernur DKI Jakarta selama 5 tahun.

“Saya akan pegang janji saya selama kampanye, dan ini belum ada 5 tahun, kita dalam proses ke sana, InsyaAllah saya tunaikan janji saya,” ujar Anies Baswedan.

Terkait pertanyaan soal jadi kandidat Pilpres, Anies terlihat geram. Ia bercerita bahwa dirinya sebelum saat manju di Pilkada DKI Jakarta, ia sudah ditanyai soal maju jadi Kandidat Pilpres 2019.

“Saat saya maju di Pilkada DKI Jakarta, jadi calon gunernur saya sudah dapat pertanyaan soal pilpres 2019, apakah Pak Anies akan maju di pilpres 2019?

“Ini bukan pertanyaan yang baru bang, setiap musim, dan saya katakan saya akan melaksanakan tugas di Jakarta selama 5 tahun, tahun lalu,” ujarnya.

Anies mengaku bahwa dirinya mendapat tawaran menjadi kandidat Pilpres 2019, namun ia tegas menolak tawaran itu.

“Saya ditarik-tarik ikut pilpres dan saya katakan tidak, saya akan konsisten laksanakan janji saya, dan saya katakan tidak ikut dan saya jalankan,” ujar Anies.

kompas.com

Anies menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk mengurus DKI Jakarta. Tampak seluruh narasumber ILC bertepuk tangan. Sehingga Anies mengatakan, dirinya sudah menjalankan satu di antara janjinya yaitu berkomitmen tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Kemudian, Anies mengatakan janji itu tertulis bukan imajinasi. Ia menjelaskan, dirinya membuat 23 janji. Namun, banyak pihak yang mengatakan dirinya membuat banyak janji-janji yang sebetulnya tak pernah Anies Baswedan buat.

“Janji itu tertulis, janji itu bukan imajinasi, janji itu ada.”

“Jadi kami memiliki 23 janji, karena itu Bang Karni 23 janji itu mohon dibaca, jangan membuat imajinasi lalu mengatakan ini janjinya Anies-Sandi,” tegas Anies.

Menurutnya, tagihan-tagihan janji yang tak berdasar dapat menghilangkan obyektifitas.

“Jangan bikin imajinasi sendiri, kalau bikin imajinasi sendiri, lalu kemudian mengukur sendiri nanti kehilangan obyektifitas. Lihat janjinya apapun masalahnya dari mulai perumahan, transportasi sampai soal reklamasi.”

detik.com

“Janjinya dibaca dulu sebelum kita mengatakan menepati atau tidak menepati,” tegas Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan cara memimpin Ibu Kota Jakarta. Anies Baswedan menjelaskan, dirinya selalu melakukan tiga pendekatan untuk menghadapi Ibu Kota Jakarta.

“Contoh saja, mindsetnya ada, dalam mengerjakan Jakarta ini saya selalu menggunakan pendekatan ada tiga fase,” kata Gubernur 50 tahun tersebut.

Anies Baswedan menegaskan, dirinya tak mau hanya berkarya. Setiap persoalan harus dilaksanakan dengan gagasan.

“Saya tidak mau hanya kerja, tapi nomor satu ada gagasan. Semua yang kita kerjakan punya dasar gagasannya.”

“Yang kedua ada narasi, baru setelah ada gagasan, ada narasi, baru ada karya,” papar Anies Baswedan.

Menurutnya, akan berbahaya jika menghadapi Jakarta hanya dengan karya.

“Bahaya betul, kalau hanya karya, karya, karya tanpa narasi tanpa gagasan bisa berbahaya.”

“Karena itu justru urutannya adalah gagasan,” ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan itu mencontohkan bahwa dirinya pertama memikirkan soal transportasi pejalan kaki. Pasalnya, alat trasportasi pertama yang dimiliki seorang manusia adalah kaki.

“Misalnya, membangun transportasi. Gagasannya apa? Begini urutan membangun itu prioritas nomor satu berbicara transportasi.”

“Apa alat transportasi yang dimiliki oleh hampir setiap orang? Mayoritas akan menjawab sepeda motor. Bukan, alat transportasi yang dimiliki semua orang adalah kaki.”

“Kaki, karena itu yang dibangun pertama itu untuk kaki. Ini gagasan,” terang Anies Baswedan.

“Jadi nomor satu kaki, kedua kendaraan bebas emisi, ketiga kendaraan umum, keempat kendaraan pribadi, jadi yang dibangun urut sesuai gagasan,” ujarnya.

Anies mengatakan ia membangun trotoar karena gagasan pertama adalah untuk pejalan kaki. Anies mengatakan bahwa narasi yang ia bangun adalah transportasi yang terintegrasi. Anies Baswedan lantas mengatakan bahwa pengguna transportasi umum di Jakarta meningkat.

merdeka.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *