Anies Instruksikan Rumah Kebakaran di Pasang Stiker, PSI: DUNGUK!

Pemprov DKI Jakarta akan membuat stiker tanda bagi rumah atau kawasan rawan kebakaran. Stiker akan dilepas bila rumah atau kawasan dinyatakan tidak lagi rawan kebakaran. Ya, peraturan tersebut kini tengah menjadi kontroversi. Bahkan Politikus PSI Muhammad Guntur Romli sampai mengkritik keras Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies menuangkan aturan label rumah kebakaran dalam Instruksi Gubernur nomor 69 tahun 2019, tentang Gerakan Warga Cegah Kebakaran. Pendataan dan penandaan lokasi rawan kebakaran dilakukan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta.

blueearthfire.com

Melihat hal tersebut ,enurut Romli kebijakan Anies yang satu ini tidak tepat sasaran, dia mencontohkan beberapa kebijakan mulai dari penutupan kali yang bau dengan jaring, polusi udara dengan tanaman lidah mertua hingga lobang cegah banjir yang juga tidak tepat sasaran.

suara.com

“Kali kotor dan bau: pasang jaring, Polusi udara Kota Jakarta: tanam lidah mertua, Banjir: siapkan lobang di dalam rumah dan perkantoran, Kebakaran: pasang stiker,” cuit Romli di Twitter, Rabu (14/8/2019).

Saking kesalnya, Romli sampai melontarkan cacian kasar kepada Anies.

DUNGUK!” tutupnya.

Sebelumnya, Anies berencana membentuk tim dari tingkat daerah sampai kelurahan yang melakukan penandaan di setiap daerah rawan kebakaran dengan memeriksa aliran listrik.

“Kita ada penandaan kawasan yang memiliki resiko kebakaran karena penggunaan aliran-aliran saluran listrik yang tidak sesuai dengan ketentuan,” ujar Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Menurut Anies, pemasangan kabel listrik yang salah dapat memicu arus pendek yang umumnya menjadi penyebab kebakaran, maka wilayah atau rumah yang dianggap tidak sesuai pemasangan listrik akan ditandai tim tersebut.

(bbc.com)

“Kalau mereka belum lakukan, maka tempatnya akan diberikan tanda sebagai tempat beresiko kebkaran,” katanya.

Kemudian untuk wilayah yang ditandai itu diminta Anies harus segera memperbaiki agar tidak rawan kebakaran.

kompas.com

“Setelah mereka koreksi maka tanda itu bisa dicopot. Tujuannya adalah menyadarkan seluruh masyarakat di sebuah kawasan, bahwa kawasannitu punya resiko dan harus diperbaiki sama-sama,” kata Anies.

Pendataan dan penempelan tanda akan dilakukan dari tingkat rumah sampai kelurahan. Dinas PKP akan memberikan striker dengan tulisan ‘Rumah Waspada Kebakaran,’ sampai ‘Kelurahan Waspada Kebakaran,’ sesuai dengan lokasi yang dinilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *