Tampil di ILC, Pernyataan Anies Seperti Sindir Slogan Jokowi, Singgung Soal Apa?

metro.tempo.co

Malam tadi Anies Baswedan menjadi narasumber dalam sebuah program TV. Dalam acara kali ini Anies mengungkapkan beberapa gagasannya. Namun salah satu pernyataannya terdengar seperti menyinggung slogan Jokowi. Soal apa?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disinyalir menyindir slogan Presiden Joko Widodo ‘kerja, kerja, kerja’ dengan melontarkan ‘karya, karya, karya’. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan dalam program ILC TV One bertajuk ‘Anies Baswedan di Pusaran Bully’, Selasa (13/8/2019).

Berawal ketika Anies diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atas banyaknya serangan dan risakan kepadanya selama menjabat Gubernur DKI.

“Saya saat ini tidak dalam posisi untuk menjawab kata-kata dengan kata-kata. Tugas saya sekarang adalah menjawab setiap kata-kata dengan karya-karya. Itu tugas saya,” kata Anies Baswedan, disambut tepuk tangan penonton.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lalu menguraikan tiga fase pendekatannya dalam menata Jakarta.

“Saya tidak mau hanya kerja, tapi nomor satu ada gagasan. Yang kedua, ada narasi. Baru setelah ada gagasan, ada narasi, baru ada karya. Bahaya betul kalau ada karya, karya, karya, tanpa narasi, tanpa gagasan,” jelas Anies Baswedan.

Seusai pernyataan tersebut, ada sejumlah orang yang tertawa. Sejumlah peserta pun mesem-mesem mendengar pernyataan Anies tersebut. Entah apakah sebutan ‘karya, karya, karya’ untuk menyindir slogan Jokowi. Yang terang, slogan Jokowi juga memiliki tiga kali repetisi yakni ‘kerja, kerja, kerja’.

Sekadar informasi, slogan ‘kerja, kerja, kerja’ menjadi prinsip utama Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam pemerintahannya. Bukan cuma itu, tagline ‘kerja, kerja, kerja’ juga merupakan slogan Jokowi ketika kampanye Pemilihan Presiden 2014.

Sebut Anies-Ahok 2024 lalu Dibilang Badut, Rocky Gerung Ramaikan Studio ILC

Ia mengandaikan Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai cawapres untuk Anies Baswedan di Pilpres 2024. Ia yakin rundungan untuk Anies Baswedan akan terhenti jika itu benar terjadi.

“Misalnya, Nasdem, secara radikal, mencalonkan Anies calon presiden 2024, Ahok adalah wakil presidennya itu, kita pikir, berhenti itu bullying itu, karena difasilitasi. Kan dua-duanya, Ahok dan Anies, penggagas LSM Nasdem. Kan masuk akal aja kan?” ungkap Rocky Gerung.

Belum selesai berbicara, Rocky Gerung menutup mulutnya dan melirik ke arah kanan. Ia meletakkan mikrofonnya di meja dengan raut wajah agak kesal. “Mohon maaf, Pak Karni, sebentar, sedikit, boleh?” tanya Irma Chaniago, menginterupsi Rocky Gerung.

(tribunnews.com)

Ternyata Irma Chaniago tak terima dengan pengandaian yang dibuat Rocky Gerung. Dirinya menegaskan, mustahil bagi Nasdem untuk mengusung Anies dan Ahok di pilpres. Karena itu, ia mengungkapkan kekesalannya dengan mengejek Rocky Gerung sebagai badut.

“Badut ini ngomong apa sih? Ini badut kok dipelihara di sini? Mana ada Nasdem mencalonkan Anies dengan Ahok? Ini kan forum ILC ditonton oleh orang se-Indonesia,” ucap Irma Chaniago dengan ekspresi wajah cemberut.

“Jangan lagi disebut-sebut beliau tempat ngibul, membuat ILC ini terdegradasi lo, males jadinya datang ke ILC ini kalau ada orang ini, susah. Sorry, Pak Karni,” sambungnya

“Ya sebut saya badut,” jawab Rocky Gerung, membuat para penonton tertawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *